Antologi Rasa (2019)

Antologi Rasa (2019)

Kualitas: Tahun: Durasi: 108 MenitDilihat: 686 views
5 voting, rata-rata 4,6 dari 10

Dikisahkan Harris, Keara dan Ruly berencana ke Singapura untuk menyaksikan F1. Namun Ruly mendadak membatalkan rencana tersebut secara last minute karena harus menemani Denise yang sedang sedih, yang dikarenakan lagi-lagi ribut dengan suaminya. Keara terpaksa berdua saja bersama Harris, padahal Keara tidak menyukai F1 dan mau ikut ke Singapura hanya karena demi ingin jalan bareng bersama Ruly. Keara makin hancur hatinya saat Ruly baru membalas chat dari Keara beberapa hari kemudian. Hal bertambah buruk saat Keara dan Ruly telponan, Ruly seakan terburu-buru dan lebih memilih memperhatikan Denise. Keara menjadi sedih dan menyetujui ajakan Harris untuk clubbing. Keara di tengah pengaruh alkohol dan kesedihannya mulai mabuk-mabukan dan mencium Harris. Tidak hanya itu, Keara dan Harris pun akhirnya tidur bareng, ditengah keadaan Keara yang sudah tidak sadarkan diri.

Antologi Rasa memiliki tema yang sudah tidak lazim lagi, yaitu tema friendzone atau unrequited love. Bedanya Antologi Rasa membuat segalanya menjadi lebih rumit karena berhubungan dengan 4 orang yang saling bersahabat. Namun tidak terasa adanya persahabatan antara mereka berempat. Kebersamaan mereka hanyalah terjadi di awal film, yaitu saat mereka bersama dalam satu lift dan beberapa montase saat mereka bersama. Film lebih difokuskan kepada bagaimana Harris berusaha mendapatkan hati Keara kembali yang sudah kadung membencinya karena Keara menganggap Harris memanfaatkannya yang sedang mabuk berat. Kemudian bagaimana Keara yang masih terus-terusan mengagumi Ruly dan berusaha untuk lebih dekat dengannya. Jadi seperti posternya yang hanya menampilkan 3 orang pemeran utama Herjunot Ali, Carissa Perusset dan Refal Hady, Antologi Rasa tidak ubahnya seperti cinta segitiga saja. Karakter Denise sangat minim pengembangan karakternya, bahkan bisa saja karakternya diganti oleh voice over. Voice overini cukup banyak terdapat dalam film ini karena style Antologi Rasa yang menceritakan perasaan seseorang dari sudut pandang masing-masing itu. Kemudian ada satu karakter lagi yaitu Dinda (Angel Pieters) yang menjadi teman curhat dari Keara yang lagi-lagi bisa diganti dengan voice over saja. Selain POV yang kurang efektif karena membuat filmnya menjadi membosankan dan kurang tertata dengan baik, penggunaan musiknya pun tidak efektif. Terlalu banyak lagu maupun musik pengiring yang bertujuan untuk membangun suasana, namun jatuhnya jadi manipulatif dan terlalu eksesif penggunaanya.

Tidak hanya pengembangan karakter dari Denise dan Dinda yang lemah. Begitu juga dengan karakter Harris dan Ruly. Harris digambarkan sebagai sosok bad boy dan playboy yang bisa menggaet semua wanita hanya dengan speak-speak-nya itu, namun mudah ditebak dia tidak berkutik kepada sosok wanita yang dicintainya selama ini yaitu Keara. Sepanjang film, bisa jadi karena akting dari Herjunot Ali yang tidak pas dalam memerankan Harris, penonton lebih disuguhi bagaimana cara Harris dapat memikat hati Keara, kesannya menjadi tidak tulus. Chemistry antara Harris dan Keara lemah, bahkan penonton beranggapan kalau Keara hanya tidak ingin kehilangan Harris saja sebagai sahabat, tidak lebih dari itu.

Karakter Ruly digambarkan sebagai sosok yang alim, penuh sopan santun, bersahaja dan suka membantu. Mungkin karena karakternya yang terlalu diam dan kalem itulah membuat chemistry dengan Keara juga menjadi minim. Saat chemistry mereka mulai terbangun, tiba-tiba suatu kejadian membuat chemistry yang sudah mekar itu menjadi redup kembali.

Satu-satunya karakter yang ditulis dengan baik itu Keira, walau masih ada cacatnya saat hobi fotografinya bisa dikatakan berefek minim. Lalu karakternya yang terlalu mengharapkan seorang pria dan menunggu bertahun-tahun karena tidak ingin merusak persahabatan (sayangnya suasana persahabatan antar mereka hampir tidak ada). Bagi sebagian penonton menjadikan karakternya tidak ubahnya yaitu seorang wanita lemah. Pujian terbesar patut diberikan oleh Carissa Perusset yang dapat menghidupkan karakternya dan penonton dapat merasakan bagaimana sakitnya cinta yang tidak terbalas dengan sahabat sendiri yang hampir setiap hari bertemu itu karena mereka satu kantor dan pada weekend mereka hang out.

Harus diakui kalau pengambilan gambar dan sisi produksi film ini cantik, mewah dan elegan. Tapi tone film ini terlalu muram dan gelap. Selain karena sering mengambil gambar pada malam hari, tone film ini menandakan suasana hati dari para pemainnya. Ini berlaku disepanjang film dan di kota Singapura dan juga pulau Bali, sehingga tidak membuat penonton menjadi ingin kedua tempat itu. Padahal biasanya film yang berlatar pada tempat-tempat wisata di luar kota dan luar negeri membuat penonton ingin menuju ke sana. Tidak sepenuhnya muram memang, dapat dilihat saat adegan-adegan di Bali dengan tone warna kuning, membuat beberapa bagian ini terasa hangat.

Negara:
Rilis:
Bahasa:Bahasa indonesia

Link Download Antologi Rasa (2019):
720p: Google Drive | Racaty | Zippyshare | Mirror
480p: Google Drive | Racaty | Zippyshare | Mirror
360p: Google Drive | Zippyshare