Down Swan (2019)

Down Swan (2019)

Genre: Drama
Kualitas: Tahun: Dilihat: 79 views

Alkisah sepasang suami-isteri muda; Bisma dan Mitha, tinggal di sebuah rumah sederhana. Bisma bekerja sebagai wartawan yang seharian sibuk di luar rumah. Mitha sepanjang hari di rumah mengurus puteri mereka satu-satunya, Nadia, yang mengidap down syndrome.

Semula Mitha terkesan kurang menyukai kelainan Nadia, setengah hati alias cuek dalam mengasuhnya, “Anak kita berbeda!” cetusnya.

“Kita semua berbeda, aku dan kau juga berbeda,” sabar Bisma menasihati.

Barulah lambat-laun setelah Nadia bisa memanggilnya, “Ibu,” hati Mitha mulai luluh. Ia mau mengopeni sang anak dengan sepenuh hati.

Semakin tumbuh besar, Nadia pun sudah punya keinginan. Ia mau menjadi ballerina. Kemungkinan karena merebut milik ibunya, sebuah kotak musik berisi boneka penari ballet yang menjadi kesayangannya.

Mitha membawanya ke sebuah kursus ballet dan mendesak sang pelatih untuk menerima puterinya. Sebagai siswi baru memang Nadia sering melakukan kesalahan, toh ia belajar dengan tekun dan bersungguh-sungguh.

Sampai tibalah acara pergelaran. Malang tak dapat ditolak, Nadia malah jatuh sakit. Toh ia berkeras tetap berangkat untuk bermain di panggung. Menari dengan melakukan kesalahan-kesalahan yang mencolok, membuat Nadia menjadi bahan olok-olok dan tertawaan semua penonton. Kecuali tentu saja ayah-bundanya, Bisma dan Mitha was-was, mampukah Nadia yang sedang sakit menyelesaikan Tarian Angsa sampai tuntas?

DOWN SYNDROME                      

Adalah kelainan kromosom genetik yang mengakibatkan ketidak-mampuan belajar secara sewajarnya pada seorang anak. Di seluruh dunia pada masa kini diperkirakan terdapat 8 juta anak pengidap DS. Khusus di Indonesia sendiri mencapai lebih dari 300.000 anak. Suatu jumlah yang tidak kecil, tidak heran kemudian ada Hari Down Syndrome Sedunia yang ditetapkan pada setiap tanggal 21 Maret.

DS bukanlah penyakit keturunan, melainkan suatu kelainan genetik yang terjadi ketika didiagonosa bayi yang dikandung memiliki tambahan kromosom 21, baik salinan penuh atau hanya sebagian, yang terbentuk saat perkembangan sel telur, sperma, atau embrio.

Pada awal film tergambar saat sepulang dari memeriksakan kandungannya, Mitha menangis dalam taksi, sedangkan Bisma bingung memegang map berisi diagnosa hasil kandungan.

Tokoh ibu muda ini diperani Putri Ayudya yang tahun lalu masuk nominee Aktris Terbaik FFI 2018 lewat perannya di film horor Kafir. Dikenal sebagai presenter serial dokumenter Jejak Petualang (live adventure) di televisi (2010 – 2012), artis berusia 31 ini sudah tampil dalam 13 film. Paling mengesankan bagi saya saat memerani isteri Tjokroaminoto diarahkan Garin Nugroho dalam Guru Bangsa Tjokroaminoto (2015).

Sang ayah dipercayakan pada Ariyo Wahab yang awalnya adalah penyanyi. Memasuki usia 44, ia sudah merampungkan 12 film. Saya memuji aktingnya saat memerani gembong teroris Diego di pulau perbatasan dalam Merah Putih Memanggil (2017) besutan Mirwan Suwarno.

Untuk pemeran sang anak diseleksi Arina Dhisya yang baru berusia 10 tahun dan masih duduk di bangku kelas 4 SDN di Bekasi. Sebelumnya ia pernah tampil sebagai anak Acha Septriasa dan Ario Bayu dalam Bunda, Kisah Cinta 2 Kodi (2018). Terpilih memerani Nadia karena tentu saja Arina menguasai ballet yang dilatihnya sejak balita.

Penyutradaraan yang ditangani sineas pendatang baru Fuad Akbar terkesan linear, lurus lempeng nyaris datar saja dari awal sampai akhir. Kalau saja Akbar berasal dari panggung teater mungkin ia akan menutup filmnya dengan tragedi yang bisa menguras emosi. Judul memadukan dua kata; Down diambil dari Down Syndrome, sedangkan Swan adalah simbolik bagi penari ballet yang luwes, semolek dan seindah seekor angsa. Ingat Black Swan (2010) yang membuahkan piala Oscar Aktris Terbaik untuk Natalie Portman?

Tagline:Down Swan Indonesia
Rilis:
Bahasa:Bahasa indonesia
Direksi:

Link Download Down Swan (2019):
720p: Google Drive | Racaty | Zippyshare | Mirror
480p: Google Drive | Racaty | Zippyshare | Mirror
360p: Google Drive | Zippyshare