Star Wars: The Rise of Skywalker

Star Wars: The Rise of Skywalker

Kualitas: Tahun: Durasi: 142 MenitDilihat: 51 views
2467 voting, rata-rata 6,6 dari 10

Semenjak dipegang Disney, para fans Star Wars akhirnya disuguhkan trilogi ketiga yang bertempat waktu 30 tahun setelah kejadian di episode 6 (Return of The Jedi).

Episode 7 (The Force Awakens) yang disutradarai JJ Abrams sukses memperkenalkan karakter generasi baru dari dunia Star Wars.

Lahirlah Rey, seorang wanita dengan masa lalu misterius dengan kemampuan force yang tinggi, kemudian Poe Dameron yang memberontak dan seorang pilot yang handal, lalu ada Finn yang merupakan mantan Stromtrooper dengan hati mulia, ada juga Kylo Ren atau Ben Skywalker yang merupakan buah hati Han Solo dan Leia Organa yang beralih ke darkside (sisi gelap).

Karakter-karakter tersebut dipadukan dengan karakter lama dari trilogi pertama seperti Luke Skywalker, Leia Organa, dan Han Solo yang hadir menjadi tokoh penting di trilogi terakhir ini.

Setelah episode 7, kemudian ada episode 8 (The Last Jedi) yang diteruskan oleh Rian Johnson.

Berbeda dengan JJ Abrams, karya Rian Johnson ini mendapatkan sambutan yang campur aduk di antara fans.

Banyak fans yang menghujat jalan cerita pada episode 8 yang dianggap melenceng jauh dari bayangan mereka.

Keberanian Rian Johnson dalam mengutak-atik ‘legenda’ Star Wars menuai kritikan tajam namun juga mendapat pujian karena dianggap membuat jalan cerita Star Wars tetap segar.

 
LucasfilmMeninggalnya Carrie Fisher memaksa JJ Abrams menggunakan footage lama, namun di film ini JJ juga menambahkan CGI untuk Leia

Reaksi keras fans terhadap episode 8

Nampaknya, reaksi fans ini di luar dugaan Disney dan Lucasfilm. Sehingga mereka akhirnya menarik kembali JJ Abrams untuk menyutradarai episode 9.

Colin Trevorow sejatinya adalah sutradara yang ditugaskan menutup trilogi tersebut. Namun perselisihan antara dirinya dengan Rian Johnson dan Kathleen Kennedy dari Lucasfilm membuat dirinya harus hengkang.

Hadirnya JJ Abrams dianggap sebagai langkah yang tepat dan paling aman untuk meneruskan cerita Skywalker.

Namun, setelah The Rise of Skywalker diputar di bioskop, hal tersebut bisa menjadi hal yang bagus, tapi juga bisa menjadi hal yang buruk.

Bisa dibilang, TRoS ini merupakan kebalikannya dari The Last Jedi.

Film ini terasa seperti pesan dari Disney dan Lucasfilm kepada fans garis keras yang menghujat The Last Jedi lalu.

LucasfilmFirst Order kembali meneror galaksi, kali ini dengan munculnya ‘musuh’ lama

Bagi saya, sebagai salah satu fans Star Wars (walaupun bukan garis keras) hal tersebut malah patut disayangkan.

Karena pesona Star Wars yang hadir pada trilogi sebelumnya (ya, bahkan trilogi prekuel!) tidak begitu terasa pada episode kali ini.

Memang, formula ala Star Wars yang memiliki humor dan adegan action antar bintang masih tetap ada. Namun semua itu terasa seperti formula yang sedikit dipaksakan.

Kalau kamu seorang movie goers yang sudah sering menonton film, jalan cerita pada TRoS mungkin dapat kamu tebak dengan mudah.

Kalau pada film The Last Jedi, semua teori fans dibantahkan, pada film TRoS semua teori fans seperti ingin dimasukkan semua pada film ini.

 LucasfilmKonflik antara Jedi dan Sith akan berakhir di episode kali ini

Jalan cerita mudah ditebak

Tanpa ingin membocorkan jalan cerita pada film ini, sungguh amat disayangkan karena JJ Abrams memilih jalan cerita ini dengan menghadirkan ‘musuh’ lama.

Hal tersebut seperti membuat episode 7 dan 8 tidak tersambung dengan baik ke episode 9.

Seperti ada loncatan cerita yang jauh, tanpa ada penjelasan yang memuaskan di dalam ceritanya.

Mengapa begini dan mengapa begitu seperti disepelekan, dan memaksakan penonton untuk tidak usah banyak bertanya mengapa.

Setelah itu, maka jalan cerita pada film ini pun menjadi jauh lebih mudah ditebak dibanding episode sebelumnya.

Sebagai film penutup dari saga trilogi ketiga, ekspektasi fans Star Wars tentunya sangat tinggi.

LucasfilmGenerasi baru dari jagoan di trilogi Disney

Dalam beberapa hal, ekspektasi itu bisa dipenuhi. Namun banyak aspek yang sayangnya tidak diangkat sehingga bisa dibilang finale kali ini terasa hambar.

Pengulangan resep dan bumbu Return of The Jedi juga kembali muncul pada film kali ini sebagaimana halnya resep dan bumbu New Hope digunakan pada Force Awakens.

Cerita Star Wars yang sedianya rumit dibuat lebih sederhana dan banyak unsur komedi. Bukan hanya itu, cerita trilogi ketiga Star Wars juga terasa dipaksakan.

Kedua hal itu sudah terasa pada film Star Wars: The Force Awakens (2015). Namun, film itu masih bisa ditoleransi karena cerita yang dipaksakan hanya sedikit. Pun begitu dengan film Star Wars: The Last Jedi (2017).

Namun, film Star Wars: The Rise of Skywalker sudah tidak bisa ditoleransi. Kurang lebih 80 persen cerita sangat memaksakan dan terlalu dibuat-buat.Bak cerita tempelan yang tidak menyatu dengan semesta Star Wars, film ini seakan dibuat hanya untuk meraup untung.

Cerita yang paling memaksakan adalah mengenai asal usul Rey (Daisy Ridley). Tiba-tiba dalam film ini dijelaskan bahwa orang tua Rey adalah anak dari Emperor Palpatine, sith yang sangat kuat dan jahat. Dengan begitu Rey adalah cucu Palpatine.

Karakter Palpatine sendiri sudah muncul dalam dua trilogi Star Wars sebelumnya. Ia diceritakan mati dalam Star Wars: A New Hope (1977) setelah dibunuh oleh Dart Vader. Seketika dalam film ini ia bangkit dari kematian, sangat-sangat dipaksakan.

Palpatine tidak perlu dihidupkan kembali untuk memberi tahu bahwa ia adalah kakek dari Rey. Penulis naskah, dalam hal ini Chris Terrio dan J.J. Abrams, bisa menceritakan hal itu dengan cara yang elegan. Bukan dengan cara instan dan murahan seperti dalam film ini.

Film ini semakin mengesalkan ketika pada pengantar cerita di awal film Star Wars, secara tidak langung menyebutkan bahwa Palpatine kembali hidup. Dengan membaca pengantar itu, akhir cerita Star Wars: The Rise of Skywalker sudah bisa diprediksi.

Review Film: Star Wars: The Rise of Skywalker
Bak cerita tempelan yang tidak menyatu dengan semesta Star Wars, film ini seakan dibuat hanya untuk meraup untung. (Dok. Walt Disney Pictures via IMDB)

Selain itu, dalam film ini juga banyak dialog yang tidak penting. Salah satunya ketika Finn (John Boyega) sedang berbicara dengan salah satu karakter yang membantunya menolong Rey. Mereka berdua membahas masa lalu ketika masih mengabdi pada First Order.

Nampaknya, dialog itu dibuat agar mereka terlihat heroik ketika perang bersama melawan First Order. Namun, pada akhirnya peran mereka dalam perang melawan First Order tidak heroik-heroik amat.

Satu-satunya yang jadi penghibur adalah adegan-adegan nostalgia yang mungkin hanya diketahui penggemar lama Star Wars.

Sebut saja ketika karakter Lando berkata, “I have a bad feeling about this,” dan saat C3PO bertingkah konyol kala beraksi dalam misi penting.
Tak dimungkiri, film ini juga patut diacungi jempol berkat kemunculan karakter Leia Organa yang pemerannya, Carrie Fisher, sudah meninggal. Ia ditampilkan menggunakan gambar lama yang tidak terpakai kemudian dipoles CGI.

Kemunculan Leia terasa nyata seperti diperankan langsung oleh Fisher. Walau bila diperhatikan secara detail, terlihat penampilan itu hanya manipulasi gambar. Oleh karena itu, banyak pengambilan gambar yang tidak memperlihatkan wajah Leia.

Negara:
Rilis:
Bahasa:English
Anggaran:$ 250.000.000,00
Pendapatan:$ 956.030.690,00
Direksi:
Pemain:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Link Download Star Wars: The Rise of Skywalker:
720p: Google Drive | Racaty | Zippyshare | Mirror
480p: Google Drive | Racaty | Zippyshare | Mirror
360p: Google Drive | Zippyshare